
Yohanes 3:30
Suatu hari murid-murid Yohanes mengadu tentang persaingan ketat mengenai acara baptis membaptis yang dilakukan oleh murid-murid Yesus… Murid-murid Yohanes merasa terganggu karena murid-murid Yesus “mencuri domba” di ladang pelayanan mereka… [seolah-olah mereka takut popularitas golongan Yohanes akan berkurang]… Tetapi ada satu hal yang luar biasa dari seorang Yohanes Pembaptis. Dengan kerendahan hati sang nabi berani menyatakan sebuah statement kepada para muridnya, “Dia harus semakin besar… aku harus semakin kecil”. Sebuah statement yang saya yakin sangat sulit untuk diucapkan dengan kesungguhan hati… [bagaimana mungkin bisa diterima, kita yang bekerja keras… dan pihak lain yang diuntungkan… kita yang menabur dengan bercucuran air mata… orang lain yang menuainya… kita yang dengan setia mengasihi… tetapi orang lain yang memakan buahnya… bagaimana mungkin… kita yang berusaha mati-matian tetapi ‘Orang Lain’ yang menjadi besar sedangkan kita yang menjadi kecil… ]
Tetapi nyatanya memang demikian… bukankah seharusnya ketika nafas kita masih berhembus adalah semata-mata untuk terus berlatih supaya dapat membuat Dia semakin besar dan kita semakin kecil. Bukankah sudah sepantasnya suatu hari nanti nama Tuhan akan semakin terkenal dan nama kita akan semakin dilupakan orang-orang yang kita bimbing… [itu namanya kesuksesan…], bukankah suatu hari nanti kita harus menemukan bahwa orang-orang yang kita kasihi [pacar, sahabat, keluarga, dst…] akan semakin mencintai Allah dan semakin “tidak mencintai” kita… bukankah seharusnya suatu hari nanti kita menemukan porsi waktu kita akan semakin besar [bahkan seluruhnya] menjadi milik Allah sedangkan porsi waktu untuk diri sendiri akan semakin berkurang… bukankah suatu hari nanti kita harus menemukan bahwa kebergantungan hidup kita kepada Allah akan semakin besar dan pengandalan kepada diri sendiri akan semakin kecil… bukankah seharusnya suatu hari nanti kita menemukan diri kita akan semakin dan semakin memikirkan tentang kesukaan-Nya daripada kesukaan diri… dan bukankah suatu hari nanti seharusnya kepemilikan Allah atas diri kita… masa depan kita dan segala milik kita akan semakin besar… dan kuasa kepemilikan kita akan semakin kecil… yah… Dia harus semakin besar dan kita harus makin kecil… Dia harus makin bertambah dan kita harus makin berkurang…
Prinsip yang menarik yang Firman Tuhan ajarkan… suatu hari nanti seharusnya kita menemukan diri kita yang sedang membuat Yesus semakin besar dan membuat diri kita semakin kecil… pertanyaan bagi kita hari ini… Apakah kita sedang terus berusaha untuk semakin membesarkan “Dia”dan mengecilkan bagian si “aku” atau justru sebaliknya… kiranya Tuhan menolong kita… God Bless You!!!
post by: andre
No Comments »
Kejadian 49:5-7
Lewi adalah anak ketiga dari 12 bersaudara keturunan Yakub. Dalam kisah kehidupannya, alkitab mencatat bahwa Lewi pernah melakukan suatu kesalahan yang besar bersama saudaranya Simeon. Kejadian 34 mencatat tentang kemarahan Lewi dan Simeon karena saudara mereka, Dina diperkosa oleh Sikhem. Lewi dan Simeon membunuh seluruh kaum kerabat Sikhem dengan tipu muslihat mereka. Akibat kesalahannya tersebut, Simeon dan Lewi tidak mendapat berkat dari Yakub. Tetapi cerita tidak berakhir sampai di sini… sejarah belum berkahir… nama Lewi terus disebut bahkan hingga akhirnya Lewi menjadi satu-satunya umat yang Allah khususkan untuk melayani.
Menarik sekali ketika kita membaca kisah tentang orang-orang Lewi. Allah mengkhususkan orang-orang Lewi menjadi orang-orang yang memiliki hak istimewa untuk melayani Allah secara langsung. Bahkandalam kitab Bilangan pasal 3 memberikan statemen bahwa orang-orang Lewi adalah sebagai pengganti anak sulung (anak sulung adalah kepunyaan Tuhan). Kalau kita melihat betapa istimewanya orang-orang Lewi bagi Allah, saya tidak melihat alasan yang cukup tepat dan masuk akal mengapa Allah memilih Lewi. Mengapa Allah tidak memilih Yehuda anak sulung yang hebat dan gagah sebagai suku yang dipilih? (walaupun Yehuda mendapat berkat bahwa kerajaannyaan akan kokoh), mengapa Allah bahkan tidak memilih Yusuf yang hidupnya sangat menjadi berkat untuk menempati posisi imam? Allah malah memilih Lewi… saya terus mencari alasan yang cukup masuk akal, tetapi belum mendapatkannya (kalau ada yang tahu tolong beri tahu saya). Yang saya mengerti dari firman ini adalah Allah memilih orang-orang yang tidak layak untuk melayani-Nya. Orang-orang yang tidak sempurna, yang pernah melakukan kesalahan, yang tidak pantas, yang bajingan, yang parah2… Allah bisa memilihnya dan mengkhususkannya untuk melayani DIa (tanpa alasan yang jelas).
Hari ini kalau kita merasa tidak cukup baik untuk menjadi pelayan Allah, jangan takut… Allah bersedia mencurahkan anugerahnya untuk memakai orang-orang yang tidak sempurna untuk menjadi pelayan-Nya. Bersediakah kita menerima kehormatan ini?
Tidak ada orang yang terlalu suci sehingga pantas untuk melayani Allah, bahkan tidak ada orang yang terlalu berdosa yang tidak pantas untuk melayani-Nya…
post by: andre
2 Comments »
One night a man had a dream. He dreamed He was walking along the beach with the LORD.
Across the sky flashed scenes from His life. For each scene He noticed two sets of footprints in the sand. One belonging to Him and the other to the LORD.
When the last scene of His life flashed before Him, he looked back at the footprints in the sand.
He noticed that many times along the path of His life there was only one set of footprints. He also noticed that it happened at the very lowest and saddest times of His life.
This really bothered Him and He questioned the LORD about it. LORD you said that once I decided to follow you, you’d walk with me all the way. But I have noticed that during the most troublesome times in my life there is only one set of footprints. I don’t understand why when I needed you most you would leave me.
The LORD replied, my precious, precious child, I Love you and I would never leave you! During your times of trial and suffering when you see only one set of footprints, it was then that I carried you.
Carolyn Carty, 1963
Isaiah 7:14, Matthew 1:23
Ketika kamu merasa kesulitan, pandanglah Yesus yg slalu sedia untuk menolong…
Ketika anda merasa putus asa, Yesus membuat segalanya baru dan memberi harapan…
Ketika anda merasa tidak ada yg mengasihi anda, Yesus berkata Dia adalah Kasih…
Ketika anda menghadapi tantangan berat, Yesus berkata “jangan takut!”
Ketika anda merasa lelah, Yesus berkata “letakkan bebanmu di kaki-Ku”
Ketika anda merasa kekurangan, Yesus berkata “Aku mengetahui kebutuhanmu…”
Ketika anda merasa sendiri…
Yesus ada di samping anda…
karena Dia berkata, Dia Immanuel…
Yesus selalu ada di setiap hati orang yg PERCAYA..
“God be with us”
posted by: Gideon
No Comments »
Ada seorang kakek yang sedang membuat sebuah biola. Kakek itu membuat biola dengan sepenuh hatinya. Si kakek membentuk biola sedemikian rupa, kemudian dipolesnya biola itu hingga kelihatan saangaat indah.
selain indah,
biola itu juga mengeluarkan suara yang sangat merdu. Biola yang mempunyai cirri khas dibanding biola lainnya. Biola yang kaya gini, ga ada lagi di dunia.
Setelah selesai dibuat
Pada saat yang sama, ada seorang anak yang merupakan anak dari pengusaha kaya yang berminat pada biola tersebut. Karena keindahan dan kemerduan suaranya.
Sang kakek seperti tidak setuju. Namun biola itu seolah berbicara pada kakek “biarkan saya ikut dengannya…”
Kakek pun mengijinkan biola dibawa oleh anak pengusaha
satu hari….
dua hari….
anak itu dengan senang, dia terus belajar memainkan biola tersebut
tapi setelah sebulan
dua bulan
anak itu tetap tidak kunjung dapat memainkan biola itu dengan baik
Sehingga biola itu pun disimpan di sebuah gudang oleh sang anak
Hingga biola itu sangat berdebu… terdapat goresan-goresan di badannya…biola itu sangat tersisihkan, seakan-akan benda lain pun ikut mengejeknya.
kemudian pada suatu hari
Ada sebuah acara pelelangan
Biola ini menjadi salah satu kandidat barang yang akan ikut dilelang…
Acara lelang dimulai…
MC mulai menawarkan dari barang pertama.. harga terus naik… dan.. ada pembeli…
Kemudian barang kedua…
Barang ketiga…
Sampai semua barang sudah terjual
Tinggallah biola itu seorang diri yang belum dilelang, dan merupakan barang terakhir yang akan dilelang
Harga pun mulai disebutkan
Semua terdiam…..
Tidak ada seorang pun di ruangan itu yang mau menawarnya… bahkan pada saat harga sudah diturunkan, tetap tidak ada yang mau membelinya
diturunkan lagi…masih belum ada yang mau….
Sampai… harga yang paling rendah pun, tetap belum ada yang mau membeli
maka sang MC pun kebingungan dan memutuskan untuk menyerah
Namun, pada saat itu, ada seorang yang mengacungkan jari dan kemudian ia maju kedepan..
Ternyata itu adalah seorang kakek
Yaaaah…
Itu adalah kakek pembuat biola
Kakek maju ke depan… kemudian dengan hati-hati ia mengambil biola itu… kakek membersihkan biola itu… sang kakek memperbaiki setiap goresan-goresan yang membuat cacat biola
Kakek memoles kembali biola tersebut hingga indah seperti semula
Setelah selesai,kakek memainkan biola itu dengan sangat lembut
Semua orang langsung terpana
Karena suara yang mengalir sangatlah indah, suara yang khas dari biola tersebut
semua orang berdiri dan tepuk tangan semua orang memenuhi ruangan itu
……..
biola itu bisa kembali menjadi sempurna di tangan pencipta dan pembuatnya…
Yang gw mau bahas adalah
Roma 12:2
“janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu…”
Seringkali kita amat sangat mudah terpikat dengan suatu hal di dunia ini. Entah itu game, entah itu nonton, jalan-jalan, ngegosip… banyak hal lainnya. Padahal “kakek” ga setuju. Tapi kita seolah berbicara “biarkanlah saya melakukan hal itu”
Namun yang kita “si biola” alami adalah dibuang, ketika orang lain tidak membutuhkan kita. Kesenangan itu sangat singkat. Kita dijual bahkan dengan harga yang sangat rendah, bahkan mungkin ga ada lagi harganya. Tapi Tuhan Yesus “si kakek” membela kita. Berani mengambil kita kembali. Dia sangat mengenal kita karena Dia pencipta kita, dan karena kita ini adalah suatu yang sangat berharga bagiNya (meski orang lain anggap kita ga berharga).
Hal ini bukan sesuatu yang berlebihan. Hal ini pasti akan kita alami. Dan hanyalah pembaharuan budi kita yang dapat membawa kita untuk dapat dipoles kembali oleh sang pencipta. Percaya padaNya, ga usah peduli ma yang lain, karena DIA punya rencana yang perfect buat kita.
Tuhan menunjukkan jalanNya buat kita, tapi iblis pasti ga akan pernah tinggal diam. Seringkali apa yang dibisikkan iblis itu terdengar sama baiknya dengan jalan Tuhan, sehingga pada akhirnya kita bingung dan kehilangan arah. Oleh karena itu dengan pembaharuan budi, kita akan mengenal Tuhan dan juga dapat memahami setiap jalan-jalanNya yang pasti selalu tepat.
Post by: Cen2
1 Comment »
So don’t worry about these things, saying, ‘What will we eat? What will we drink? What will we wear?’ These things dominate the thoughts of unbelievers, but your heavenly Father already knows all your needs.
(Matthew 6:31-32 NLT)
Kadang merasa Firman di perikop ini udah terlalu sering dibaca bahkan udah dinyanyiin sejak kita masih sekolah minggu… tapi sejujurnya baru hari ini Tuhan menunjukkan ayat 32 yang mengatakan, “Allah mengetahui semua yang kita perlukan dan Dia akan menyediakan”. Firman ini menjadi begitu hidup, menguatkan sekaligus menegur. Menjadi begitu hidup ketika hari ini kita sedang mengalami kekhawatiran. Khawatir tentang masa depan kita yang berkabut, ragu akan hubungan2 yang rumit, frustrasi keuangan kita yang defisit, cemas akan kesehatan kita yang menurun, kecewa akan setiap harapan yang nampaknya mulai memudar, ragu akan setiap kerja keras yang seolah-olah nihil, khawatir ini itu… dan keraguan itu semua dijawab dengan sebuah memo kecil yang ditempel di dekat kulkas hidup kita… “I knows all your needs…” Yah, hari ini Allah sedang menepuk bahu kita, ketika kita bingung akan masa depan kita, kita bingung akan hubungan2 kita yang rusak, kita bingung dengan pengaturan keuangan kita, kita bingung dengan kesehatan kita… Allah menjanjikan sesuatu yang pasti akan Ia tepati bahwa Ia akan memelihara hidup kita [bukan cuma sekedar kasi makan atau minum, bukan cuma sekedar kasi baju yang bagus… Allah memelihara HIDUP kita, seluruh aspek kehidupan kita mulai dari masalah cinta sampai masalah mimpi kita). Tetapi sayangnya seringkali kita meragukan Dia… bahkan seringkali kita membuat kebutuhan-kebutuhan itu mendominasi hidup… kita menjadi terlalu maniak bekerja demi masa depan, kita menjadi seorang pemburu cinta karena haus kasih sayang, kita menjadi kecanduan bekerja demi uang, kita menjadi terlalu ambisius belajar demi prestasi… dan… Melupakan Tuhan… lupa bahwa Allah yang memelihara hidup kita, lupa kalau seharusnya hidup itu bukan untuk sekedar makan dan minum… tapi hidup itu untuk MENGASIHI, MENGENAL, dan MELAYANI DIA… Seringkali karena kebutuhan-kebutuhan itu focus hidup kita berubah hanya untuk mengejar kebutuhan… bukan lagi mengejar Allah [dan itu hal yang sia-sia]. Allah berjanji untuk menyediakan yang kita butuhkan… sejak kita mempercayakan hidup kita kepada ‘Jehova Jireh’ izinkan Dia menyediakan apa yang kita perlukan. Amin! Father Bless You!
post by: andre
1 Comment »

created by: Heri K.
No Comments »
Yohanes 13 : 1-17
Saya tidak dapat membayangkan perasaan Yesus ketika Ia membasuh kaki murid-muridNya. Yesus tahu benar bahwa mereka semua akan mengkhianati dan melukai hatiNya. Yesus mengenal jelas 2 orang yang akan melukai hatiNya. Bagaimana mungkin Yesus tidak tahu bahwa seorang sahabat seperti Petrus akan menyangkali persahabatan mereka. Bagaimana mungkin Yesus tidak tahu kalau Yudas orang kepercayaanNya akan menukar hubungan persahabatan ini dengan uang. Bagaimana mungkin Yesus tidak mengetahui bahwa semua orang dalam ruangan itu akan meninggalkan Yesus pada saat Yesus mengalami kesulitan… Yesus tahu benar tentang pengkhianatan yang akan mereka lakukan terhadap Yesus… Tapi… Yesus tetap membasuh kaki para pengkhianat itu satu persatu [tanpa terkecuali].
Menarik sekali dalam tulisannya, Yohanes mengawali kisah pembasuhan kaki ini dengan sebuah kalimat yang merupakan sebuah janji bagi kita semua, “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.“ Sebuah janji bahwa kasih Yesus tidak berubah sekalipun berulang kali kita sudah menyangkal dan mengkhianatiNya. Kasih Yesus kepada kita orang berdosa akan tetap sama sampai selama-lamanya walaupun kita berulangkali melukai hatiNya. Yesus ingin membasuh kaki kita hari ini supaya kita mengalami janji pengampunan yang tidak pernah Ia ingkari dalam hidup kita. Kalau kita pernah menyangkal Dia mari biarkan Dia membasuh kaki kita, kalau kita pernah berjanji untuk tidak berbuat dosa lagi lalu gagal, kalau kita pernah tidak setia untuk mengasihiNya, kalau kita pernah merasa malu menyandang namaNya, kalau kita pernah menjual Dia demi kesenangan kita, kalau kita pernah lari dari kasih-Nya, kalau kita pernah menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih, kalau kita pernah menjadi seorang pendosa yang betul-betul kotor bahkan terlalu kotor… mari… biarkan Yesus satu kali lagi membasuh kaki kita. Membasuh kesalahan kita, membasuh dosa kita, membasuh rasa bersalah kita, membasuh kekhawatiran kita, membasuh hidup kita…membasuh hati kita… injinkan Yesus melakukannya utuk kita…
Melalui peristiwa ini seolah-olah Yesus ingin mengatakan kepada kita dengan sungguh-sungguh; “Aku mengasihimu dan akan selalu mengasihimu. Aku mengasihimu dalam kegagalanmu untuk mengasihi ku. Dan Aku berjanji untuk selalu mengasihimu bahkan tidak akan pernah bisa untuk tidak mengasihimu sampai kesudahannya.” Yesus tahu semua kegagalan yang pernah kita lakukan, bahkan Yesus tahu tentang penyangkalan yang akan kita lakukan di depan… pasti Ia akan merasa sangat sedih dan terluka dengan setiap dosa yang kita lakukan, tetapi Ia berjanji untuk selalu mengasihi dan menerima kita kembali [bahkan jauh sebelum kita meminta pengampunan Ia sudah mengampuni]… Petrus pernah mengalaminya… dan hari ini Yesus ingin kita juga mengalaminya… biarkan Yesus membasuh kakimu dan engkau membasuh kaki yang lain. Tuhan Memberkati!
post by: andre
No Comments »
Hagai 1:1-12, 2:16-20
Orang Kristen (termasuk gue) biasanya suka latah kalau diminta untuk menyusun prioritas hidup. Latahnya biasanya sih bilang Tuhan itu prioritas utama, dan lalu kalau diminta untuk membuktikan hal tersebut biasanya kita akan kebingungan untuk menjawab. Kita mengatakan bahwa Tuhan adalah prioritas utama dalam hidup kita, tapi seringkali kita menemukan diridiri kita menagalami kesulitan untuk menempatkan Dia di atas keluarga kita, teman kita, pekerjaan kita, sekolah kita, pelayanan kita, bahkan diri kita sendiri.
Tingginya prioritas hidup ditunjukkan melalui bagaimana kita menggunakan waktu, uang, kekuatan, dan kemampuan kita untuk suatu hal. Bisa jadikita mengatakan bahwa Allah menjadi yang pertama, tetapi kemudian kita memindahkan posisi dia pada urutan yang lebih rendah dari semua jadwal kita. Kita lebih suka menghabiskan tenaga untuk berjalan di mall daripada mencari jiwa; kita lebih memilih waktu tidr yang diperpanjang daripada pergi ke gereja utuk melayani atau bahkan kebaktian, kita menghitung telalu teliti dalam hal persembahan; kita lebih pandai mengingat gossip daripada Firman Tuhan… how can God can be the first priority in our life??
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk kembali kepada prioritas yang benar. Hagai mengetahui apa yang penting yang harus dilakukan. Pada tahun 586 S.M., tentara Babel menghancurkan Bait Allah di Yerusalem – Rumah Allah [yang merupakan symbol dari kehadiran-Nya]. Tahun 538 S.M. King Cyrus memberikan ijin orang Israel boleh kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah [sampai sekarang gue masih terpesona ‘how can God’ bikin King Cyrus semurah hati ini]. Lalu mereka kembali ke Yerusalem dan mulai bekerja. Tetapi kemudian mereka lupa tujuan mereka kembali dan kehilangan prioritas mereka, sehingga Bait Allah tidak diselesaikan. Karena itu Tuhan meminta Hagai untuk berbicara dan memanggil mereka kembali kepada prioritas mereka yang utama. “Mengapa kamu tinggal dalam rumah-rumah yang mewah sewaktu rumah-Ku masih menjadi reruntuhan?” (1:4). Orang-orang Israel lebih berfokus pada kebutuhan mereka sendiri daripada melakukan kehendak Allah, dan akibatnya mereka menderita. Berkat Allah tidak dicurahkan sepenuhnya bagi mereka. Hagai memanggil mereka untuk bertindak: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.” (1:7-8).
Masalah orang Israel pada masa itu adalah kebingungan dalam menentukan dan membuktikan prioritas. Sama seperti mereka kita mengalami masalah tersebut. Kita bingung dalam mendahulukan kesempatan, keluarga, dan pekerjaan Allah. Boleh jadi pekerjaan, rumah, pacar, temen, dosa, keinginan, hobby, cita-cita, uang, kenyamanan, internet, sms, liburan mewah dan istirahat menempati posisi yang lebih tinggi dan lebih penting daripada Allah. Tapi seharusnya tidak demikian bukan… Mari kita sadari apa yang paling penting dalam hidup kita hari ini? Di posisi mana Allah dalam daftar prioritasmu? [saya harap Dia akan selalu ada di tempat pertama]. Karena itu mari… ambil hidupmu bangun kembali bait Allah… GBU…
post by: andre
1 Comment »
click the picture for expand it

  
by: Heri K.
2 Comments »
Matius 21 : 18-22
Sebagai orang Kristen (yang sering dikatakan sebagai anak-anak Tuhan)sifat kita yang sangat mudah bimbang dan kurang percaya telah membuat kita mengandalkan diri sendiri,dan semakin menjauh dariNYA. Kita adalah orang yang tidak tahu diri, karena bahkan pada saat merasa kesulitan kita juga sering kali bersikap dingin,merasa ragu akan kedasyatan Bapa Sorgawi kita, Tuhan yang Maha Hebat, Maha Tahu, Maha Mengerti, MahaSegalanya. Bahkan kita kadang lupa bahwa IA adalah pencipta kita semua, dan sanggup melakukan segalanya.Seperti ketika Tuhan Yesus mengutuk pohon ara, para muridNya merasa tercengang dan berkata “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?”(ayat20). Bukankah 12 orang murid itu adalah orang-orang terdekat TuhanYesus yang telah sering melihat mujizat-mujizat yang telah dibuat oleh Tuhan Yesus? Mengapa mereka masih meragukan kehebatan Tuhan Yesus? Bahkan pada beberapa pasal sebelumnya, yaitu pada Mat 16: 16 Simon Petrus telah mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.
Para muridNya saat itu, sama seperti kita saat ini. Sering kali kita mendengar khotbah di greja maupun dari para pembimbing rohani yang mengatakan bahwa Tuhan akan menopang segala pergumulan hidup kita. Tetapi sering kali juga kata-kata yang menguatkan ini hanya manjur pada satu kali pergumulan kita, dan kita lupakan begitu saja. Sehingga pada saat mengahadapi pergumulan lainnya kita lupa lagi akan kehebatan pertolongan Tuhan yang selalu menopang kita.
Bahkan, telah sering kali kita merasakan pertolongan-pertolongan Tuhan yang nyata dalam setiap kesulitan hidup kita. Kita telah mengaku percaya, tapi kita selalu meragukan Tuhan kita yang dasyat, sehingga kita sering kali mengambil lagi pergumulan yang telah kita panjatkan padaNYA. Padahal sudah jelas Tuhan Yesus menjawab keragu-raguan para muridNya dengan berkata “AKU berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini : Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi.”(ayat21)
Teman-teman, mari kita belajar untuk menghilangkan keragu-raguan dalam hati kita dengan senantiasa percaya pada kehebatanNYA. Sering kali rasa rendah diri yang berlebihan di dalam hati kita telah membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Kita merasa telah terlalu sering menyakiti hatiNya, atau kita merasa dosa yang kita buat telah terlau besar hingga mungkin Tuhan akan marah pada kita. Mari kita berdoa, mengakui segala macam kekurangan kita, ketidak berdayaan kita karena kita sering kali jatuh ke dalam dosa, dan juga bertekad untuk memperbaiki sikap hidup kita. Tuhan kita sangat ajaib. Tuhan tidak pernah salah meskipun kita salah, Dia sanggup memakai kesalahan itu untuk kebaikan kita di kemudian hari. Bahkan Ia telah memberikan AnakNya yang tunggal untuk menebus segala kesalahan kita , karena Tuhan sangat mengasihi kita. “Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”(ayat 22)
Tiada yang seperti Engkau begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab semua seru doaku
Tiada yang seperti Engkau begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup melawat seluruh kehidupanku
Aku percaya Tuhanku ajaib Kau turun tangan memulihkanku
Aku percayaTuhankudasyat Kau turun tangan memberkatiku
(Ir. Niko)
IA berkata kepada mereka :”Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini : Pindah dari tempat ini ke sana – maka gunung ini akan pindah , dan takkan ada yang mustahil bagimu.(Mat 17:20)
Tiada yang mustahil bagi orang percaya bila Roh Allah turut bekerja
Tiada yang mustahil dan tiada yang sukar bila Roh Allah turut bekerja di antara kita
God bless..
post by: Kristina
No Comments »
|