Archive for August, 2009

Mazmur145:8-11

Setiap manusia diciptakan untuk memiliki kerinduannya masing2 (passion). Ada orang yg sungguh memiliki passion di bidang musik, ada org yg memiliki passion dalam olah raga dan meraih prestasi, ada org yg memiliki passion kepada seni, ada org yg memiliki passion menjadi seorang guru, ada org yg memiliki passion menjadi seorang milioner, ada org yg memiliki passion untuk menjadi seorang pemimpin besar yg dipandang dunia, ada jg org yg memiliki passion menjadi seorang novelis atau jurnalis. Setiap org memiliki passion nya masing2, besar maupun kecil.

Lalu, bagaimana dengan passion Yesus? Apakah Yesus jg memiliki passion-Nya sendiri? Jika ya,apa passion-Nya? Mazmur145:8-11 sungguh jelas menggambarkan passion Yesus bagi dunia. Yg pertama, dalam ayat8-9 memberitahu kita bahwa passion Yesus adalah untuk mengasihi dan menyanyangi kita umat-Nya. Yesus mengasihi kita dengan kasih setia-Nya. Dia baik bagi semua orang. Yg kedua (ayat 10) passion Yesus adalah bahwa Dia ingin segala ciptaan-Nya selalu mengucap syukur kepada-Nya dan memuji kebesaran-Nya. Dan yg terakhir (ayat11) passion Yesus adalah bahwa Dia ingin kita sebagai umat-Nya memberitakan kabar baik bagi orang lain, membicarakan kebesaran Tuhan kepada mereka yg belum mendengar, dan menyelamatkan yg terhilang. Inilah ketiga kerinduan Yesus bagi dunia ini. Yesus sudah membuktikannya diatas kayu salib. Peristiwa salib membuktikan bahwa Yesus begitu mengasihi kita, karena kasih Dia rela mati. Peristiwa salib membuktikan bahwa Dia ingin segala ciptaan-Nya mengucap syukur dan memuji kebesaran dan kemuliaan Allah Bapa di sorga. Dan peristiwa salib jg membuktikan bahwa Dia rindu, mereka yg sudah menerima anugrah keselamatan mau membagikan dan menceritakan kabar baik ini kepada segala bangsa.

Izinkan saya membagikan apa yg menjadi passion bagi hidup saya. Saya memiliki beberapa passion dalam hidup saya, saya mulai dari yg terendah. Yg pertama saya sangat ingin pergi ke berbagai tempat. Melakukan travelling ke berbagai belahan dunia. Mendapat banyak pangalaman, bertemu dengan berbagai macam org, menjalin relasi, merasakan budaya yg berbeda, dan belajar dari pengalaman. Passion saya yg kedua, saya ingin menjadi seseorang yg bs dibanggakan bagi keluarga. Keluarga saat ini maupun nanti. Saya ingin menjadi seorang yg bs dipercaya, memberikan nasihat ketika dibutuhkan, dan melindungi ketika dalam bahaya. Dan yg terakhir, passion no.1 dalam hidup saya adalah saya ingin hidup saya dipakai Tuhan untuk memberikan sesuatu bagi Indonesia. Entah itu sesuatu yg besar, ataupun kecil. Apapun itu saya tidak tahu. Namun itulah kerinduan saya.

Apakah kerinduan anda? Apakah passion anda? Yesus tidak hanya peduli kepada org yg memiliki passion2 yg besar. Percayalah bahwa Yesus jg bekerja bagi anda yg memiliki passion yg sederhana. Mungkin passion anda adalah musik, mungkin passion anda adalah olah raga, mungkin passion anda adalah jurnalis. Sesederhana apapun kerinduan kita, jika kita menyerahkannya kepada Yesus, Dia dapat menggunakannya untuk mengubah hidup seseorang. Percayalah, tidak ada kerinduan yg terlalu kecil di mata-Nya. Apa passion bagi hidup anda?

Apapun itu, berdoalah. Izinkan Yesus memakai passion anda dan bekerja di dalamnya.

Amen…

Posted by : Gideon

Comments No Comments »

Lukas 18:27 …“Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Menempuh panggilan di “Jalan Salib” (sebagai seorang Kristen) seringkali akan mengantar kita kepada terlalu banyak kesulitan yang juga terlalu mengerikan untuk ditempuh. Kehilangan orang-orang yang terkasih, hati yang dilukai, ketidak-adilan, dijegal, dipermalukan, dihina, meninggalkan kenyamanan, kelelahan, kehilangan semua. Prasyarat di “Jalan Salib” nampak begitu sulit sehingga seringkali membuat kita menjadi begitu frustasi dan putus asa (bahkan kadang sebelum kita melangkah sama sekali) untuk menjalaninya.

Bagi manusia biasa seperti kita “Viadolorosa” (yang dalam konteks ini artinya meninggalkan semuanya dan mengikut Yesus) adalah hal yang mustahil. “Bagaimana mungkin saya bisa mengikut Tuhan ketika hidup menjadi begitu sulit”… “Bagaimana mungkin saya bisa meluangkan waktu bersama dengan Tuhan, sedangkan waktu saya terlalu berharga”… “Bagaimana mungkin saya menyerahkan hidup saya menjadi seorang misionaris sedangkan masa depan saya terlalu gemilang untuk dilewatkan”… “Bagaimana saya bisa memberikan apa yang saya suka sedangkan semuanya sudah ada di tangan saya”… “Terlalu sulit Tuhan… terlalu sulit untuk mengikuti jejak kaki-Mu di Viadolorosa.”

Seandainya saja jalan ini boleh ditukar… tapi sayangnya tidak dapat ditukar atau ditawar sama sekali… Panggilan hidup sebagai Murid Yesus adalah untuk menyangkal diri menjalani Viadolorosa sambil memikul salib kita masing-masing dan mengikut Dia… Benar jalannya sulit… tetapi tidak sendirian… Sang Guru Agung sudah meneladani cara melangkah di sana… Sang Guru Agung sudah menyatakan sebuah janji yang Tuhan ucapkan sendiri melalui Lukas 18:27… ketika kita mau menjalani jalan ini maka Viadolorosa yang tidak mungkin dilalui akan menjadi mungkin… semuanya akan menjadi mungkin. Kehilangan orang terkasih tetap terjadi, tetapi kekuatan Ilahi mengambil tempat yang kosong itu… Hati kita mungkin tetap terluka tetapi ada Kasih yang sejati yang menyembuhkan… Kita diperlakukan tidak adil, jalan dihambat, harga diri direndahkan tetapi damai sejahtera dan sukacita selalu menjadi kekuatan yang sejati… Kita “kehilangan” masa depan, kenyamanan kita terancam, waktu tidur kita terpotong, harta kita menyusut tetapi 5 roti 2 ikan menjadi berkat yang melimpah… Apa yang tidak mungkin kita mampu lakukan bisa Allah lakukan.

Apa kesulitan kita hari ini… Allah berjanji mendampingi kita untuk mengatasinya… Kita tidak sendirian sehingga Viadolorosa akan mungkin ditempuh. Mari melangkah di jalan Salib meskipun tertatih tetapi tidak mengenal kata mundur… Tuhan Memberkati!!!

post by: andre

Comments No Comments »