Archive for May, 2009

Ginosko [ginw,skw]

 

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Yohanes 5:5-6

Cerita orang lumpuh di dekat kolam Bethesda selalu menjadi cerita yang menarik tentang kejaiban mujizat Allah. Dikisahkan tentang seorang lumpuh yang menghabiskan hidupnya di dekat sebuah kolam kesembuhan [yang ironisnya tidak pernah menyembuhkan dia]. Orang lumpuh ini sudah mengalami penyakitnya selama 38 tahun. Kalau membayangkan kegiatan tetapnya selama 13’906 hari hanya berbaring sepertinya kita akan bisa mengerti yang namanya jenuh, perasaan tidak berguna, merasa hidup tidak bermakna. Bagaimana tidak selama 38 tahun orang lumpuh ini menghabiskan waktunya hanya untuk diam menunggu kesembuhan yang tidak pernah ia bisa dapatkan. Siapa yang rela memberikan antriannya di kolam ajaib Bethesda untuk mengangkat orang ini, sedangkan butuh berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan tahunan untuk menunggu kolam itu bergoyang.

Tapi ceritanya menjadi berbeda karena hari itu Yesus datang ke sana. Di hari minggu yang biasa itu si lumpuh sama sekali tidak punya firasat apapun ketika melihat Yesus. Mugkin ia melihat Yesus hanya sebagai turis biasa yang datang untuk melihat kolam ajaib itu. Karena itu ia sedikit terkejut ketika menyadari Yesus berhenti di depannya.. Yesus memandang dan ginosko kepada orang malang ini. Injil Yohanes bukan dengan tidak sengaja menggunakan kata ginosko yang artinya mengerti, tahu dengan jelas keadaan orang itu. Terdiam sejenak, tatapan mata Yesus seolah-olah berbicara lebih banyak daripada kata-kata yang keluar dari mulut-Nya. Seolah-olah tatapan mata Yesus kepada orang lumpuh ini mengatakan, “Aku mengerti keadaanmu…”. Ya memang betul, Yesus tahu benar kejenuhan orang buangan ini, Yesus tahu benar perasaan minder si cacat ini, Yesus tahu benar penyesalan si lumpuh akan hidupnya yang tidak bermakna. Yesus ginosko… Yesus mengerti dan tahu.. maka Yesus bertanya, “Maukah engkau sembuh?”

Pertanyaan yang sama dilontarkan kepada kita hari ini. (Seperti biasa… selalau sangat mengharukan…)Yesus mengerti benar kondisi hidup kita hari ini. Kalau hidup kita tak ayal berbeda dengan orang lumpuh di kolam Bethesda, kita merasa jenuh, kita merasa diri tidak berguna, kita merasa hidup tidak bermakna, kita merasa hidup tak berpengharapan… Yesus mengerti… Yesus mengerti kelamahan dan keterbatasan hidup kita… Yesus tahu benar rasa kesepian yang mungkin seringkali kita alami, Yesus tahu benar kegagalan dan keputus-asaan kita dalam hidup, Yesus tahu benar setiap persoalan dan tantangan yang harus kita hadapi, Yesus tau benar luka-luka hati dan rasa sakitnya dikecewakan karena dikhianati, Yesus tahu.. Yesus mengerti… karena itu ijinkan Dia melontarkan pertanyaan yang sama pada kita hari ini, “Maukah engkau sembuh?”

Apabila hari ini kita merasa lumpuh… syaraf-syaraf di hidup kita mati rasa… hati menjadi tawar bahkan pahit.. mari angkat tila kita dan berjalanlah… Yesus mau menyembuhkan hidupmu…

Father really knows you…

 

post by: andre

Comments 2 Comments »

Seperti biasa Upik Abu pergi ke pasar

Hei, hari ini tidak seperti biasanya,

Upik lihat ada keramaian orang-orang berkerumun

Upik begitu penasaran, jadi Upik liat sebentar…

Ada ribuan orang berkumpul dan mendengarkan Seseorang berbicara

Dia berbicara dengan begitu bijaksana—bahkan anak-anak pun mengerti apa yang Dia katakan… ckckck.. hebat sekali Orang itu

 

Waktu pun berjalan begitu cepat, hari telah malam

Orang-orang pun mulai kelaparan, tapi tidak ada yang bisa dimakan

Upik lihat kantong belanjaannya, hanya ada sedikit makanan

Lima roti dan dua ikan

Gak ngerti nih Upik harus ngapain dengan lima roti dan dua ikan ini

Ada ribuan orang loh yang harus diberi makan!!

Tapi Upik lihat kepada mata Orang itu – ya Jesus namanya

MataNya bersinar… dan ada kasih karunia di senyumanNya

Upik pun mulai menangis—dan seperti seorang anak yang percaya Upik akhirnya berbicara,

“Yesus… ambil lima roti dan dua ikan-ku…

Lakukan apapun yang Kau inginkan.

Ya… ambil semua ketakutanku

Semua kebimbanganku

Semua keraguanku

Bahkan ambisiku…

Kau bisa ambil dan pakai ini semua untuk memberkati mereka.”

 

TUHAN, kadang kami berpikir kalau kami begitu tidak berharga… kami menjadi takut dengan setiap hal yang kami kerjakan tidak berarti sama sekali. Tapi, kami bersyukur karena setiap tangisan kami adalah permata di mataMu.

Dan untuk setiap pintu yang tertutup—seolah-olah tak ada satupun pintu terbuka, kami bawa dengan segala kerendahan hati di dalam doa kami.

Dan jika kami hanya tinggal memiliki nafas semata, artinya nafas kami akan kami persembahkan juga untuk Engkau, untuk Kau buat menjadi keajaiban. Yang Kau perlukan hanya, “Amin” kami

 

xoxo,

esther

 

Comments No Comments »

Lukas 24:50-53

Yesus adalah Allah (Yoh1:1) dan juga manusia (Yoh1:14). Yesus adalah manusia, Dia mengalami pertumbuhan jasmani dr bayi, kanak-kanak, hingga dewasa. Dia mengalami lapar dan haus. Dia merasakan sedih. Dia juga pernah marah. Ketika disiksa dan dicambuk, Dia berdarah dan kesakitan. Namun Dia juga Allah, Dia mengetahui pikiran manusia, Dia berjalan diatas air, Dia meredakan badai. Orang lumpuh dibuatnya berjalan. Orang kusta dibuatnya tahir. Orang mati dibangkitkannya kembali. Dia mengusir roh jahat. Dia mengubah air menjadi anggur. Dia memberi makan 5000 orang dengan 5roti dan 2ikan. Dia mati dan bangkit. Dan Dia naik ke surga.

 

Peristiwa kenaikan Yesus ke surga, menyatakan bahwa Dia adalah Allah. Dia Allah yg berkuasa atas bumi dan surga. Setiap kita memiliki hubungan special dengan Yesus. Ada diantara kita merasa begitu dekat ketika  Yesus sebagai sahabat kita, atau Bapa kita, atau juga kekasih kita. Hal ini sama sekali tidaklah salah. Namun hati-hati jika kita mulai melupakan bahwa Yesus juga adalah Allah, Dia Raja yg patut disembah, dipuji dan ditinggikan. Terkadang karena begitu dekatnya hubungan kita dengan Yesus sebagai sahabat kita, atau Bapa kita, atau kekasih kita, kita lupa bahwa kita jg harus takut akan Dia. Dia adalah Allah yg begitu intim dengan kita, namun Dia jg Allah yg Maha Tinggi, yg patut disembah. Kenaikan Yesus ke surga mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Allah yg berada di tempat tertinggi , di sebelah kanan  Allah (Markus16:19). Mari kita selidiki hubungan kita dengan Allah, apakah kita merasa takut akan Dia sebagai Allah yg berkuasa atas surga dan bumi? Apakah kita menyembah-Nya dan memuji-Nya sebagai Raja kita? Ingatlah bahwa Yesus memang sahabat kita, Bapa kita, atau kekasih kita, namun Yesus juga adalah Allah, Dia Raja yg berkuasa atas segala bangsa, Dia Allah yg Maha Besar, Maha Mulia, Maha Tinggi. Sudahkah kita meninggikan dan menyembah Yesus sebagaimana yg dilakukan para murid setelah Yesus naik ke surga (ayat 53)?

 

“Yesus adalah Allah yg mengasihi kita dengan kasih seorang sahabat, seorang Bapa, seorang kekasih. Dan Yesus juga adalah Allah yg melindungi, memelihara, memimpin, dan berdaulat atas hidup kita sebagai Raja, sebagai Allah atas surga dan bumi…”

 

Hosanna - Hillsong

 

I see the King of glory

Coming on the clouds with fire

The whole earth shakes

The whole earth shakes

 

I see His love and mercy

Washing over all our sin

The people sing

The people sing

 

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

 

I see a generation

Rising up to take their place

With selfless faith

With selfless faith

 

I see a near revival

Stirring as we pray and seek

We’re on our knees

We’re on our knees

 

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

 

Heal my heart and make it clean

Open up my eyes to the things unseen

Show me how to love like You have loved me

 

Break my heart for what breaks Yours

Everything I am for Your kingdom’s cause

As I walk from earth into eternity

 

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

Hosanna, hosanna

Hosanna in the highest

 

 

posted by: gideon

Comments No Comments »

Yes 41:17-20

Selamat bergabung buat teman2 yang lagi merasa kekeringan rohani., huehuehue.. ayat ini berbicara banyak buat gw.. semoga buat teman-teman yang sedang berusaha keluar dari kekeringan, bisa dapet inspirasi dari ayat ini juga..

1.Ketika kekeringan melanda..

Wakttu datangnya kekeringan adalah waktu yang paling dibenci ama anak Tuhan yang pernah ngerasain cinta mula2 ama GOD.. hueeehueee.. sebeell banget.. gaktauu haruss ngapain rasanya.. sate kering.. hidup gitu2 aja.. gak ada semangatt buat GOD.. mu disemangatin juga susah biar satenya gak kering juga susah..
Ayat17: “mencari air tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan”

Kering bangettt, pengen banget semangattt lagi buat GOD.. pengen banget balik lagi kae cinta mula2.. berusaha teruss.. tapi kita lupa 1 hal bahwa, GOD selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kita.. ayatnya tetep ada di ayat 17..
“Sebagai allah orang israel, Aku tidak akan meninggalkan mereka”

“sebagai Allah vicky.. Aku tidak akan meninggalkan vicky”

Wuduuhhh.. harusnya kita inget bahwa di dalam kekeringan kita Tuhan gak pernah menjauh sedikitpun dari kita, dan dia ada deket kita, gak meninggalkan kita..
BIS : “Apabila bangsa-Ku yang malang itu mencari air, dan kerongkongan mereka kering karena kehausan, maka Aku, TUHAN, akan menjawab doa mereka; Allah Israel tak akan meninggalkan umat-Nya”

 

2.Ketika Tuhan menyediakan..

Yupp.. ketika kita kering.. Tuhan yang ada di deket kita, menyediakan sesuatu yang lebih dari cukup.. lebih dari sekedar segelas air, lebih dari sekedar sebotol nu green tea yang bisa membuat kita haus lagi..

ayat 18(BIS):
“Kubuat sungai-sungai mengalir di bukit-bukit yang gundul; mata air akan membual di tengah dataran. Padang gurun akan Kujadikan telaga; air akan memancar dari tanah yang kering.”

Gw pikir God itu sangat berlebihan.. kenapa kudu dikasih sungai sih ?? Cukupp atuhh 1 galon aer minum.. plus es batuu.. hahaha.. tapi God kasih sungai yang mengalir.. plus GOD juga sediain mata air, sebagai sumber air kita, dan GOD udah kasih kita sumber dari segala sumber nya..aliktab gak pernah berbohonh temann.. kata Charles Swindol juga.. DIA sungguhan.. ketika DIA bilang DIA bakal kasih mata air.. dia bener-bener kasih mata air itu.. soo.. betapa berharganya GOD udah ngasi anaknya JESUS sebagai sumber dari segalanya buat kita.. kita tinggal minta sama Dia sebagai sumber dari segalanya,.

inget lagi yakobus1:5(FAYH)
“Jika Saudara ingin mengetahui apa yang dikehendaki Allah dari Saudara,tanyakanlah kepada-Nya, maka Ia akan memberitahukannya kepada Saudara.Ia selalu bersedia memberikan kebijaksanaan dengan limpahnya kepada semua orang yang memohonkannya. Ia tidak akan merasa kesal karenanya.”

Sooo.. buat teman-teman yang lagi mengalami kekeringan.. jangan takuttt.. kalian gak sendiri.. God tetep ada di samping kita.. tinggal kita yang memohon, dan meminta belaskasihnya untuk memberikan hikmat ama kita untuk mengert apa yang Tuhan mau, dan melakukannya.. maka kekeringan itu bakal kembali disirami oleh semangat-semangat baru dari GOD,.. mungkin yang God kasih ke gw dan ke kalian berbeda,, tapi tetep berupa air segar untuk memulihkan rohani kita..

 

GOD bless all..

 

-vicky-

Comments 1 Comment »

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat mamaku yang terbaik…

Yang selalu memberikan sentuhan kesempuranaan

dalam hari-hariku

thank’s banget buat mama…

buat baju-baju yang dilicin rapi setiap hari

buat makanan-makanan 3 kali sehari (bahkan lebih)

yang selalu nyaman di lidah

buat tanda tangan dengan sedikit amarah

pada nilai ulanganku yang jelek

Thank’s juga buat kesempatan kita bersama

Saat… aku selalu merasa… wanita tercantik itu mama, dan…

Kini kulit mama sudah sedikit keriput dan kering

Tetapi buatku engkau tetap menjadi yang tercantik

Maaf… aku kurang menghargainya

Tetapi aku selalu merindukan mama tersenyum bahagia

Sori… sori banget ya mah

Aku yang membuat tulang mama menjadi rematik,

bekerja keras buat aku

Aku yang bikin air mata mama kering,

karena sering bikin mama jengkel

Aku yang bikin rambut mama ubanan,

karena sering bikin mama was-was (khawatir akan kehidupanku)

Aku ada hari ini karena mama

Dan sekali lagi aku ingin… (ingin sekali…)

Bikin mama bangga…

Bikin mama bahagia…

Makasih banget ya mah…

Aku sayang mama…

 

post by: andre

Comments No Comments »

“…dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5-6

 

Ada satu film di RCTI yang membuat saya cukup tertarik. Sebuah reality show berjudul Tukar Nasib. Pernah nonton? Reality show ini menceritakan tentang 2 orang (atau keluarga) dengan kondisi perekonomian yang berbeda. Mereka harus bertukar nasib (rumah, tempat kerja bahkan pekerjaan) selama 3 hari 2 malam.

Yang menarik di sini, kedua belah pihak berkata kalau mereka bosan dengan rutinitas mereka. Satu hari, saya menonton seorang dokter gigi yang bertukar nasib dengan pegawai tambak. Pada awalnya mereka ditawari oleh tim tukar nasib, mereka sangat antusias!! Setelah bertukar nasib, mereka akhirnya menyadari kalau jadi “orang lain yang kelihatannya bakal lebih menyenangkan” itu tidak semenyenangkan yang mereka pikirkan. Bayangkan saja, dokter gigi yang biasanya bekerja begitu higienis tiba2 harus turun ke tambak yang kotor. Atau sebaliknya, pekerja tambak menjadi seorang dokter gigi. Semua pasien pun kabur! HAHAHAHA!

Pernah dengar pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau daripada rumput di taman sendiri”? Manusia kadang tidak bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Tidak pernah merasa cukup!

Bagaimana kita bisa belajar untuk merasa cukup (content)?

1.     berusahalah hidup sederhana tanpa menginginkan segala hal

2.     belajar memberi (daripada itung-itungan)

3.     bersyukur dengan apa yang kamu miliki

Kita akan benar-benar merasa cukup waktu kita menyadari bahwa kasih karunia Allah melebihi hidup kita. Bahwa kasih karunia Allah lebih dari cukup untuk hidup kita. Jangan takut kekurangan. Percayalah kepada Allah bahwa Dia akan memelihara kamu sesuai janjiNya.

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9

Waktu kita ada dalam masa-masa paling sulit di dalam hidup kita. Ingatlah akan kasih karunia Allah. Kalau Dia memberikan hidup-Nya buat kita—menjadi penyelamat kita. Artinya dahulu, sekarang dan selamanya Dia adalah Seorang Penyelamat. Jangan khawatir… Cukuplah dengan “kecukupan” kasih karunia =)

 

 posted by: esther

 

Comments No Comments »

1 Samuel 13: 8-12

Ia (Saul) menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: “Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.

Tetapi kata Samuel: “Apa yang telah kauperbuat?” Jawab Saul: “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”

 

Perikop ini menceritakan tentang Yonathan yang telah memukul kalah bangsa Filistin di Geba (tapi Saul yang menerima penghormatan. Ayat 3) sehingga bangsa Filistin yang lain mendengar kalau pasukan mereka dipukul kalah oleh Saul.

In the same time, Saul mengerahkan bangsa Israel mengikutinya ke Gilgal untuk mempersembahkan korban bakaran—seperti instruksi Samuel.  Engkau harus pergi ke Gilgal mendahului aku, dan camkanlah, aku akan datang kepadamu untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Engkau harus menunggu tujuh hari lamanya, sampai aku datang kepadamu dan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.” (1 Samuel 8:10)

 

Tapi karena bangsa Filistin benci bangsa Israel, mereka mengerahkan segenap kekuatan untuk menyerang bangsa Israel di Gilgal. Karena terjepit, bangsa Israel semua kabur dan bersembunyi.

Saul pun akhirnya panik karena melihat bangsa Filistin yang begitu banyak dan bangsa Israel yang kabur semua. Samuel pun belum datang. Maka Saul nekat mempersembahkan korban bakarannya sendiri. Saul tidak sabar menunggu Samuel, dia langsung mempersembahkan korban bakaran untuk Allah.  Tapi Allah tidak suka, karena ini melanggar perintah Allah. Hanya Imam yang boleh mempersembahkan korban bakaran.

Saul memang melakukan hal yang baik—mempersembahkan korban sebelum berperang. Tapi dia melakukannya dengan cara yang salah.

Sama seperti Saul, kerohanian kita diuji saat datang badai dan tekanan. Bagaimana caranya kita melewati proses tersebut lebih penting daripada hasilnya.

 

Sometimes, kita seperti Saul. Merasa begitu sulit mempercayai Allah ketika kita dalam situasi yang benar-benar terjepit, ketika tidak ada lagi harapan, ketika seakan-akan Allah bungkam!! Ketika kita tidak menemukan satupun “belokan”, ketika semua berjalan tidak sesuai dengan yang kita perkirakan dan inginkan. Kita menjadi tidak sabar menunggu rencana Allah dan akhirnya ambil tindakan yang gegabah dan berdosa. 

Kawan, jangan sampai ketidak-sabaran kita terhadap apapun membuat kita mengabaikan Allah, membuat kita tidak taat kepada Allah. Ketika kita tahu dengan pasti apa yang Allah kehendaki (seperti Saul, dia tahu pasti harus menunggu Samuel), nantikanlah Allah dengan sabar apapun konsekuensinya.

Akibat ketidaktaatan Saul yang mempersembahkan korban dengan caranya sendiri, akhirnya Allah hukum. Kerajaannya tidak bertahan selamanya. Allah tunjuk orang lain—yaitu Daud—buat menggantikan kekuasaan Saul.

 

God often uses delays to test our disobedience and patience

 

“While I’m Waiting – from John Waller

ost. Movie Fireproof

 

I’m waiting 
I’m waiting on You, Lord 
And I am hopeful 
I’m waiting on You, Lord 
Though it is painful 
But patiently, I will wait 

I will move ahead, bold and confident 
Taking every step in obedience 

While I’m waiting 
I will serve You 
While I’m waiting 
I will worship 
While I’m waiting 
I will not faint 
I’ll be running the race 
Even while I wait 

I’m waiting 
I’m waiting on You, Lord 
And I am peaceful 
I’m waiting on You, Lord 
Though it’s not easy 
But faithfully, I will wait 
Yes, I will wait 

I will serve You while I’m waiting 
I will worship while I’m waiting 
I will serve You while I’m waiting 
I will worship while I’m waiting 
I will serve you while I’m waiting 
I will worship while I’m waiting on You, Lord

http://www.youtube.com/watch?v=u3b2jw1rjBc

 

posted by: esther

 

Comments No Comments »

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

1 Yohanes 3:1

Hari itu di kelas ibu guru sedang menjelaskan kepada murid-muridnya tentang konsep Allah Bapa. “Anak-anak, Bapa yang di sorga itu sama seperti bapa kita di dunia.” Ada yang ingin menyampaikan seperti apa Bapa di sorga itu?”

“Menurutku Allah itu adalah seorang hakim seperti ayahku. Ia seorang yang sangat adil dan gagah berani.” “Bagus sekali, Andy. Ibu kira juga demikian.. Allah kita adalah Allah yang berwibawa dan adil.” “Bagaimana menurutmu Mat?”

“Ayahku adalah seorang pengusaha yang kaya dan terkenal. Saya rasa Allah yang di sorga juga sama seperti ayahku seorang yang sangat kaya dan sangat terkenal.”

“Baik, Mathew.. kali ini kamu juga benar, Allah kita adalah Allah yang sangat kaya.. Ia yang pemilik alam semesta ini.”

Satu persatu anak-anak di kelas menyampaikan pendapatnya dengan penuh kebanggaan karena mereka juga sedang “memamerkan” ayah mereka. Tetapi berbeda halnya dengan Eddy yang sejak tadi tampak tertunduk dan gelisah..

“Baik Eddy, apakah kamu memiliki pendapat yang lain?”

Muka Eddy memerah, dengan tertunduk ragu Eddy mulai menyampaikan pendapatnya, “Ayahku seorang pemulung… jadi saya pikir… Allah Bapa itu seorang Pemulung Ulung.” Spontan kelas menjadi riuh dan mulai mentertawakan Eddy. Ibu guru saangat terkejut mendengar pernyataan Eddy, “Eddy apa maksudmu mengatakan bahwa Allah itu seorang pemulung ulung?”

Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab, “Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya.”

Benar seperti kata Eddy. Allah mengambil sampah seperti kita untuk dikasihi. Allah mengangkat kita “si pendosa”, kita “si pezinah”, kita manusia serakah, kita mahluk egois yang suka memberontak, kita “si pengkhianat” yang mengecewakan, kita orang yang tidak berguna untuk menjadi anak-Nya. Tapi Allah memungut sampah seperti kita menjadi anak-Nya. Teman, kita diadopsi menjadi anak Raja. [ini namanya kemurahan hati]. Memang kita ini kotor.. memang kita ini ga berharga.. memang dosa kita teramat sangat menjijikan… memang kita bau busuk.. tapi kemurahan-Nya selalu mau memungut hidup kita. Ijinkan Dia mengasihi anda kali ini saja..

Dari ayat yang kita renungkan hari ini kita belajar bahwa mahalnya nilai hidup kita bukan karena siapa kita [sama sekali bukan karena kita lebih baik dari orang lain, perfume kita “polo sport” or karena kita treatment kulit jutaan]. Sampah seperti kita memiliki nilai yang tinggi hanya karena suatu fakta yang luar biasa bahwa Allah mengasihi kita dan memanggil kita anak. Sejak kita mempercayai Yesus, kita adalah anak-anak Allah, bukan untuk sementara waktu, sewaktu-waktu [bukan waktu kita baik aja] atau dalam kurun waktu [bukan selama kita setia aja] tertentu tetapi untuk seterusnya kita menjadi anak-Nya.

 

“Orang lain bisa membuat janji untuk mengasihi kita dan gagal menepatinya… tetapi Allah tidak pernah gagal untuk mengasihi kita. Allah betul-betul tergila-gila pada kita” (Max Lucado)

 

post by: andre

Comments No Comments »

Psalm143

Dalam bukunya yg berjudul “Mourning into dancing”, Walt Wangerin,Jr  menceritakan salah satu pengalamannya yg sangat menarik.

Ketika aku kecil dahulu,aku selalu berkata kepada semua orang bahwa ayahku lebih kuat dari siapapun di dunia. Aku berteriak kepada tetangga-tetangga,” Lengan ayahku sama kuatnya dengan truk! Pria terkuat di dunia! “ Di taman belakang, tumbuh sebuah pohon cherry. Pohon tersebut adalah tempat persembunyianku. Sepuluh kaki dari tanah, terdapat sebuah cabang kuat dengan ayunan, disanalah aku suka membaca, berpikir, menyendiri. Tak ada seorangpun yg mengganguku dsni. Bahkan kedua orang tua ku pun tidak mengetahui kemana aku pergi untuk bersembunyi. Kadang ayahku keluar dan memanggil,” Wally? Wally?” tetapi dia tidak melihat aku yg berada diantara dedaunan. Lalu datanglah kilat dan badai… Secara tiba-tiba angin kencang menghantam pohon cherry ku dengan kuat dan hampir membuatku terjatuh. Aku bergelantung pada cabang pohon dan tak satu pun usaha yg aku lakukan berhasil. “Ayaaaahhhhhh !” Disanalah dia berada. Cabang pohon tersebut bergoyang naik turun seperti ombak besar di lautan, dan ayah melihatku, dia segera keluar menerjang angin besar dan cuaca yg buruk, dan aku pun merasa lega karena aku berpikir dia akan memanjat pohon untuk menyelamatkanku. Tetapi ternyata itu sama sekali bukanlah rencananya. Dia datang dan berdiri pada satu titik tepat dibawah dimana aku bergelantung. Dia berteriak,” Lompat! “

“Apa?”

“Lompat! Aku akan menangkapmu.”

Lompat? Aku merasa dia gila untuk seorang ayah. Dia berdiri 6-7mil dibawah, dengan dua lengan kurus dan berkata kepadaku untuk lompat. Jika aku lompat, dan dia meleset, aku akan menghantam tanah dan mati… tetapi angin dan hujan lebat terus melanda dan membuat cabang pohon tidak akan kuat menahan bobot tubuhku. Tidak, aku tidak akan lompat. Aku menyerah. Dalam momen yg cepat, berputus asa, aku jatuh.  Saat itu aku berpikir dan merasa aku telah mati. Tetapi ayahku menangkapku.

 

Mazmur 143 mengungkapkan curahan hati Daud yg sedang merasa kehilangan harapan, takut, depresi. “Lord, hear my prayer, listen to my cry for mercy. Answer me.”(143:1 NCV), “I am losing all hope, I am afraid.”(143:4 NIV).  Daud tidak hanya sedang merasa lemah dalam kerohaniannya,namun jg Daud sedang merasa lelah secara jasmani, (143:7). Daud berkata semangatnya habis. Seringkali kita jg merasakan hal yg sama seperti Daud, merasa kehilangan harapan karena kegagalan,atau karena Tuhan tutup jalan suatu hal, merasa takut akan masa depan, merasa depresi karena suatu pergumulan, dan seringkali jg kita merasa lelah secara jasmani, tenaga kita habis karena pekerjaan, tugas, atau pelayanan yg begitu berat. Lelah secara jasmani jg bisa membuat kita jauh dari Allah. Karena merasa lelah, kita tidak saat teduh, tidak berdoa, tidak merenungkan firman-Nya. Dalam ayat1 Daud berseru pada Allah. Hal pertama yg perlu kita lakukan ketika kita merasa demikian adalah berserulah pada-Nya, curhat pada-Nya, ceritakan semua bebanmu, semua pergumulanmu. Walt Wangerin melakukan hal yg sama ketika pohon cherry nya diterjang badai. Berserulah pada Bapa kita, Bapa Surgawi. Lalu, apakah yg harus kita serukan pada-Nya? Walt Wangerin berseru pada ayahnya dan berharap sang ayah memanjat pohon dan menyelamatkannya. Tak ada yg salah dengan permintaan atau harapan Walt, sungguh manusiawi. Namun, ternyata sang ayah ingin Walt untuk lompat. Inilah yg sering kita lakukan sebagai manusia. Kita hanya berseru meminta hal yg kita inginkan. Lihat apa yg diserukan oleh Daud dalam ayat 10, “Teach me to do what You want, because You are my God. Let the good Spirit lead me on level ground.” Daud berseru meminta supaya kehendak Allah yg jadi. Seringkali kehendak Allah berbeda dengan kehendak kita, dan seringkali kita berpikir itu “mustahil”. Sang ayah ingin Walt melompat dari pohon yg tinggi, dan sang ayah dengan lengan kurusnya akan menangkap Walt. Pikiran manusia tentu akan sama dengan yg Walt pikirkan,”itu mustahil! Itu hal gila! Terlalu beresiko! Tidak mungkin,peluangnya sempit,dll” Namun Allah berkata,lompat! Maukah kita percaya pada-Nya? Sekali lagi, mazmur143 ini berkata bagi kita yg sedang berada di titik terendah, berserulah pada Allah. Allah dapat membuat seseorang kembali pada-Nya dalam keadaan di titk terendah. Dia pulihkan, Dia baharui, Dia membuat segalanya baru. Dan serukanlah kehendak Allah yg jadi,bukan kehendak kita. Jika sang ayah memanjat pohon di tengah badai, hujan lebat dan cuaca yg buruk sesuai keinginan Walt, sang ayah mungkin malah mengalami celaka, dengan kata lain mereka berdua akan celaka. Allah berkata pada setiap kita yg sedang merasa kehilangan harapan, takut, depresi, lelah secara jasmani, penuh pergumulan, untuk melompat. Lompatlah, serahkanlah segala bebanmu di kaki Allah, Bapa kita.

 

 

posted by: gideon

Comments 1 Comment »